ABU BAKAR ASH-SHIDIQ RADHIALLAHU ‘ANHU


ABU BAKAR ASH-SHIDIQ RADHIALLAHU ‘ANHU



Nama beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib al-Quraisy at-Taimi, yang dikenal dengan Abu Bakaar Ash-shidiq bin Abu Qufahah.

Abu Bakar merupakan manusia yang paling berilmu dan paling paham tentang persoalan agama. Beliau orang yang memiliki keluasan ilmu tentang al-Qur’an dan banyaknya hafalan haditsnya. Pada masa Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam beliau memberi fatwa bersama dengan Umar bin Khaththab. Ketika Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam sakit beliau mengutamakan Abu Bakar atas yang lainnya menjadi imam. Tidak ada yang pantas mengimami selain orang yang paling baik bacaannya dan paling dalam ilmunya di antara mereka.

Pada tahun 9 hijriyyah, Abu Bakar diangkat sebagai pemimpin rombongan haji. Tidak ada yang pantas menjadi pemimpin haji selain orang yang paling faham tentang manasiknya dan paling mengerti di antara mereka. Abu Bakar memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi. Beliau adalah orang ahli ibadah.

Pada saat Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam bertanya kepada para sahabatnya, “Siapa yang berpuasa di antara kalian hari ini?” Abu Bakar menjawab, ‘Saya.’. Lalu Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam bertanya kembali, “Siapa di antara kalian yang hari ini telah mengiringi jenazah?”. Abu Bakar menjawab, ‘Saya.’. Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalampun melanjutkan pertanyaan dan berkata, “Siapa di antara kalian yang telah memberi makan kepada orang miskin?” Abu Bakar menjawab lagi, ‘Saya’. Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam pun bertanya kemabali, “Siapa di antara kalian yang menjenguk orang sakit?” Abu Bakar kemudian menjawab, ‘Saya.’ Mendengar itu semua Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tidaklah semua hal tadi terkumpul dalam diri seseorang, kecuali akan masuk surga” (HR. Muslim).

Abu Bakar memiliki banyak sekali keutamaan. Sesungguhnya beliau adalah orang yang paling berjasa dalam persahabatan dan hartanya kepada Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan oleh Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam sendiri. Beliau adalah orang yang paling dicintai dari kalangan laki-laki oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam. Ketika ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam tentang manusia yang paling dicintainya, maka beliau menjawab, “Abu Bakar.”

Alloh Ta’ala menganugerahkan kepada beliau sebagai manusia yang paling terdepan dalam mengerjakan kebaikan. Umar bin Khothtob menyatakan bahwa pada suatu hari Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam memerintahkan para sahabat untuk bersedekah, lalu beliau bergumam, ‘Hari ini saya akan mendahului Abu Bakar.’ Kemudian beliau medatangi Rosululloh untuk membawa harta sedekah ternyata Abu Bakar telah mendahuluinya.

Beliau adalah sahabat yang dijuluki oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam sebagai ash-shiddiq yaitu orang yang paling jujur lagi terpercaya. Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam menaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman, saat itu tiba-tiba gunung Uhud berguncang, maka beliau Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tenanglah Uhud, karena sesungguhnya yang berada di atasmu adalah seorang Nabi, Shiddiq dan dua orang yang syahid.”

Pada masa hidupnya beliau telah mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan memasuki surga dari ke delapan pintunya. Beliau adalah sahabat yang menjadi pendamping Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam saat beliau hijrah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya “…sedang ia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Alloh bersama kita…” (QS. at-Taubah : 40)

Kepribadian Abu Bakar sangat menakjubkan. Beliau adalah sahabat Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam yang sangat memperhatikan orang-orang lemah dan budak belian. Di antara budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar adalah Bilal bin Rabbah. Ia disiksa oleh tuannya yaitu Umayyah bin Khalaf dengan berbagai macam bentuk penyiksaan. Ketika itu lewatlah Abu Bakar kemudian beliau membeli Bilal dari tuannya dan memerdekakannya.  Beliau adalah orang yang tidak pernah lari dalam peperangan dan tetap kokoh berjuang. Beliau dikenal sebagai salah seorang pemberani yang selalu tampil gagah perkasa di setiap medan peperangan. Beliau dikenal pula sebagai seorang dermawan yang menginfakkan sebagian besar hartanya untuk jihad di jalan Alloh. Pada saat perang Tabuk, beliau menginfakkan semua hartanya sebagai bekal pasukan Islam. Beliau adalah orang yang tawadhu’ (rendah hati). Beliau memerah susu untuk dihidangkan kepada seorang perempuan yang telah tua meskipun ia sudah menjabat sebagai khalifah. Beliaupun pun memiliki jadwal membantu orang tua buta dengan membawakan makanan kepadanya, membersihkan rumahnya, dan membantu menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Abu Bakar sebagai Khalifah pertama bagi umat ini, beliaulah yang bertanggung jawab terhadap seluruh negeri Islam dan wilayah kekhalifahannya sepeninggal Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam. Banyak sekali prestasi gemilang yang telah beliau torehkan dalam sejarah umat ini. Beliau adalah orang yang menginstrusikan agar jenazah Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalamdiurus hingga selesai dikebumikan.

Beliau melanjutkan misi pasukan yang dipimpin Usamah yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam sebelum wafat. Beliau memerangi orang-orang yang murtad pada masa beliau. Beliau adalah orang yang pertama kali mengumpulkan al-Qur’an dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit, dedaunan, maupun yang dihafal dalam dada kaum Muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah para penghafal al-Qur’an banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah.

Setelah menderita sakit selama 15 hari, Abu Bakar pun wafat pada tanggal 21 Jumadil Akhir 13 H (22 Agustus 634 M). Beliau meninggal dunia pada usia 63 tahun dan masa kekhilafahannya 2 tahun 3 bulan. Beliau dimakamkan di samping makam suri teladan dan sahabat tercintanya; Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam.


Tidak ada komentar